Kamis, 26 November 2009

Gak ada tema kayaknya :p

Wuih, ternyata udah lama juga saya gak ng-update blog. Sekali lagi, keterlambatan ini bukanlah karena kesibukan saya sebagai seorang event organizer spesialis acara arisan, tapi ini lebih dikarenakan saya ganteng. Oke, memang nggak nyambung.
Sebenernya niat saya buat update blog udah ada dari kemaren-kemaren, tapi entah kenapa akun blogger saya ini gak bisa login. Tapi anehnya, gitu saya coba login pake hape, eh dia bisa masuk. Dan giliran saya coba masuk pake kompi sekali lagi, tetep aja gak bisa login. Hal ini berulang berkali-kali, sampai saya hampir putus asa dan berniat operasi plastik setelahnya.
Tapi ajaib, tiba-tiba aja hari ini akun saya bisa dimasukin. Entah apa karena saya kemaren dua hari berturut-turut nggak mandi atau mungkin ada alasan yang lebih masuk akal, yang penting akhirnya hari ini saya bisa login dan bisa posting lagi. Ihiiiy!

Anyway, seperti kita ketahui bersama-sama, siaran berita tanah air belakangan ini hanya dipenuhi oleh berita mengenai kasus Bank Century dan juga masalah KPK dan Bibit Chandra. Tapi, saya nggak akan membahas hal itu sekarang.
Nah, baru-baru ini juga dunia digegerkan oleh sebuah film bikinan Hollywood tentang penggambaran hari kiamat dengan judul 2012. judul 2012 diambil dari tahun prediksi suku maya mengenai tahun kapan terjadinya kiamat. Saya udah nonton, meski harus ngantri tiga hari berturut-turut sebelum akhirnya dapet tiket. Si pacar nangis sepanjang film, saya cuman nangis waktu sadar kalo kita belum sempet beli makanan sebelum masuk teater. Overall, filmnya lumayan bagus untuk kategori FIKSI dan penikmat animasi tingkat tinggi. Dan jujur aja, saya juga bukan mau membahas film 2012 ini. Soalnya kalo mau iseng minta tolong sama tante google buat cariin review filmnya, ada seabrek-abrek blog yang udah duluan mereview ini.

Setelah membaca empat paragraf awal postingan saya ini, pasti semua pada bingung sebenernya apa yang mau saya bahas kan? Nah lho, sama! Saya juga bingung.
Rencana awalnya sih memang mau membahas masalah Bank Century atau mungkin masalah KPK dan Bibit Chandra. Tapi entah kenapa, rasa ingin itu pupus ketika wajah Anggodo yang konon super kiyut itu muncul dan nari poco-poco dalam pikiran saya. Bukannya semangat, yang ada saya jadi merinding sendiri ngebayangin beliau pake rok rumbai joget-joget gitu.
Dan waktu saya mau mereview 2012, saya juga membatalkannya. Karena entah kenapa kok tiba-tiba saya pengen makan McD. Apa mungkin ini karena angka 2012 jadi terlihat seperti angka 14045 di mata saya. memang mirp kan?

Aduh, saya meracau..

Okay! Ini udah 7 paragraf dan saya belum juga tahu mau bahas apa. Dan dengan kenyataan postingan ini udah cukup panjang, saya harus membuat endingnya. Jujur, baru kali ini saya bikin tulisan yang gak tahu temanya apa, tapi udah bikin penutupnya. Jangan salahkan keanehan saya. Ini bukan aneh, ini ganteng namanya.

Udahan dulu post kali ini. Dan saya mau ngucapin selamat hari raya Idul Adha, yang jatoh jumat ini (menurut kalender meja hoka hoka bento saya) buat semua yang merayakan. Mudah-mudahan nggak ada di antara kita yang disembelih. Kalopun harus disembelih, mudah-mudahan yang motong bukan Saiful Jamil. Amin.


Me out, guys!
Salam dangdut selalu \m/

Senin, 28 September 2009

Ber-Twitter dengan Hati

Hai guys, maaf udah lama banget gak update blog ini. Bukannya males, tapi memang saya nggak cukup punya waktu buat update. Gaya sok ngartis, padahal tiap sore cuman gembalain bebek.

Untuk update-an saya ini, mohoin dibaca sampai habis ya guys sebelum menilai. Well, belakangan ini saya memang lebih banyak nulis di twitter. Yang belum tahu apa itu twitter, sebaiknya banyakin deh baca majalah trubus. Iya, di situ memang nggak ada penjelasan apa itu twitter. Tapi mungkin ada penjelasan silsilah keluarga kamu yang masih spesies jamur merang itu. Nah lho, jadi meracau gini.
Eniwei, di twiter sekarang ada sedikit gejolak yang tengah terjadi. Yaitu mengenai masalah fungsi ReTweet atau yang biasa disingkat RT. Sejatinya yang saya bisa simpulkan dari banyak pendapat, RT itu adalah kegiatan me-retweet atau men-tweet kembali tweet-an orang lain agar bisa tampil di timeline atau home para follower kita. Jadi ada baiknya, RT ini hanya digunakan bagi tweet yang memang benar-benar penting dan benar-benar pantas untuk juga bisa dibaca oleh para follower kita.
Yang menjadi masalah adalah, ada pihak-pihak yang menggunakan fungsi sakral RT untuk me-reply atau malah chatting-an di twitter. Dan sebagian orang bereaksi terhadap kegiatan chatting pake RT atau malah pake twitter ini. Mereka beralibi timeline/home mereka jadi penuh dengan segala tweet-tweet yang nggak penting untuk mereka baca. Tapi, banyak juga orang yang beranggapan hal ini mah wajar-wajar aja. Toh, apapun yang orang lakukan di timeline/home kita nggak bayar, nggak bikin hidung kita jerawatan, nggak bikin tetangga kita minjem beras tiap hari, yang pada intinya nggak ngerugiin kita sama sekali. Toh itu twitter-twitter dia, mau dia gimana juga nggak masalah.
Nah, sampai sekarang hal ini terus menjadi perdebatan. Dan sebagai seorang spammer di twitterland itu, saya juga sempat mendapat protes dari pihak yang merasa dirugikan dengan kegiatan RT saya. Katanya apa yang saya RT itu nggak penting, cuma ngotor-ngotorin timelin/home mereka doang. Yah, kalo dipikir-pikir memang bener adanya. Dan memang amat sangat nggak cool kalo saya bilang saya dia ”udah unfollow aja kalo memang keganggu!”. Tapi memang nggak ada cara lain yang cukup masuk akal. Dia tahu saya suka RT, dan dia nggak suka hobbi ekstrem saya itu. Jadi kalo dipaksain juga bakal berantem terus. Jadi daripada ribet-ribet, saya memutuskan buat mengurangi aktivitas RT. Saya cuma men-RT hal-hal yang saya anggap pantas untuk dibaca orang banyak.
Kesininya, saya jadi mengerti kenapa RT itu menjadi polemik. Sesuai dengan fungsi RT yang digunakan untuk tweet yang amemang pantas dan penting untuk dibaca oleh orng banyak. Nah, terkadang orang nggak semuanya bisa memilah mana yang pantas dan penting DAN mana yang tidak pantas dan tidak penting. Mungkin buat sebagian orang CERDAS, hal itu segampang ngupil pake tangan kanan. Tapi buat sebagian orang BEGO kayak saya, kadang susah banget buat bedaiin mana yang pantas dan penting DAN mana yang tidak pantas dan tidak penting.
Jadilah, banyak orang yang men-RT ’hal-hal yang dia anggap penting buat BEBERAPA followernya’, tapi ternyata menjadi nggak penting untuk beberapa orang followernya yang lain. Pada kasus ini, pengertian penting dan tidak penting menjadi ngambang, menjadi nggak begitu berarti lagi.
Kalau memang keadaannya udah begitu, yang kita perlukan hanya HATI untuk melihat, HATI untuk mengerti dan sedikit PENGERTIAN akan penggunaan fitur yang berkaitan dengan orang banyak ini. juga sifat memaafkan buat mereka yang belum mengerti.
Saya mah nggak peduli, orang mau RT, mau RW, mau dagang kasur, mau acara sunatan massal di timeline/home saya. Toh itu nggak bikin saya anyang-anyangan, nggak bikin duit saya di ATM berkurang, nggak bikin saya panuan. Sebaliknya, TEMEN-TEMEN saya malah merasa senang dengan kebebasan yang telah kita semua jaga. Tapi memang nggak semua orang berpikiran sama. Nggak semua.
Dan mereka yang nggak berpikiran sama itu, nggak salah. Malah kita yang membenarkan penyalahgunaan RT ini yang berada di pihak yang salah. Salah dalam peraturan. Tapi mungkin kita menang dalam perbuatan.
Oh iya, pengertian RT yang saya simpulkan ini bukanlah hasil dari ngeubrak-ngabrik dari web twitternya langsung. Asalannya simple, saya nggak jago bahasa Inggris :D
Jadi guys, bertwitter itu nggak cukup dengan menjadi cerdas. Tapi pake hati. Bertwitter dengan hati, memang kayak judul lagu dangdut, tapi kebayang indahnya bukan?
I’m out*

Rabu, 29 Juli 2009

Prahara Anjing dan Kucing

WELL.. apa kabar semua? hahaha. Kayak banyak aja yang baca nih blog. Memang sih sejak ditinggalkan hiatus berbulan-bulan lamanya, pengunjung blog ini udah tinggal satu dua orang per satu dasawarsanya. Itu pun karena nyasar, atau memang lagi sial. Tapi lepas dari itu semua, saya, popok yang baik hati ini, akan meneruskan komitmen saya untuk rutin meng-update blog sesat sejuta umat ini.

Aniwei, tadi saya baru dengerin radio prambors. Ada acara (lupa nama acaranya apaan) yang tiap sesinya ngasi tebak-tebakan. Nah, salah satu tebakannya tadi itu adalah : kenapa anak anjing sama anak kucing suka kejer-kejeran.
saya sempet mikir, ya wajarlah mereka kejer-kejeran, namanya juga anjing sama kucing. Mereka memang nggak pernah bisa akur dan akan selalu berantem, cin. Cuman lain hal kalo kata 'anjing'-nya tadi ditambahin kata 'jantan' dan kata 'kucing'-nya diganti jadi kata 'anjing betina', saya yakin mereka bukan berantem, mereka pelukan, ciuman dan langsung syuting film India versi kucing. Apalagi kalo ditambah adegan guling-gulingan sambil melukin pohon, sinetron Manohara terancam kalah rating.

Balik ke tebak-tebakan tadi, ada yang jawab: karena si kucing punya utang sama anjing, tapi si kucing nggak sanggup bayar. Ada juga yang jawab anjing sama kucing cuman pura-pura kejer-kejeran aja, biar keliatan eksis. Yang parah, ada yang bilang karena si kucing itu buronan polisi yang udah ngebom hotel Ritz Carlthon dan JW. Marriot, makanya di kejer si anjing yang ternyata anggota BIN itu.
Dan setelah berbagai macam jawaban yang diberikan oleh para pendengar radio by SMS ataupun YM, teka-teki itu belum juga terjawab.

Pada akhirnya, si penyiar menjawab teka-teki itu dengan jawaban, "KARENA MEREKA MASIH ANAK-ANAK, wajar kan mereka main kejer-kejeran?" (anak-anak dengku lu ledes!!) Hahaha. Jawaban yang meng-gubrak-an memang.

Aniwei, lepas dari itu semua, belakangan ini saya kok jarang ya liat anjing sama kucing kejer-kejeran? Nggak usah jauh-jauh, di kos-kosan ada tuh kucing empat ekor, dan anehnya mereka semua berSAHABAT dengan seekor anjing tetangga yang pada kenyataannya.. well... memilikki tampilan yang amat sangat sangar pisan sekali. Boro-boro kejer-kejeran, yang ada mereka malah ngorekin sampah barengan, berjemur barengan, sampe sunat massal barengan. Hehe, opsi terakhir itu hanya karangan sesat saya aja kayaknya.
Dalam hati, saya merasa sedikit kuatir. Kuatir kalo nggak lama lagi, saya bisa-bisa menerima resepsi undangan pernikahan dari si anjing itu dengan salah satu kucing kosan saya. Jika itu terjadi, bisa-bisa mas Tukul juga bisa jadi Sekjen PBB. Dan saya seharusnya, bisa jadi bintang bokep versi koala.

Oh iya, saya mau berterima kasih nih, buat temen-temen semua yang udah sudi kiranya membeli atau membaca buku saya. You're so unlucky people, mates. Hahaha. Soalnya saya baru dapet up date langsung dari MUI, katanya kalo baca buku saya THE POPOKMAN, dapet dosa kecil. Dosanya tuh sama kalo kita kesenggol anjing ataupun babi, ataupun hewan berkaki empat doyan kawin lainnya.

udahan dulu deh postingannya, saya mau beli gorengan. Well, see u guys! see u happy people!

Kamis, 23 Juli 2009

Here I am...

Eh, ada Popok. Kemana aje lu, Nyet? Nggak pernah update-update?? Lupa sama gue?? Hah!!

Eh, hai Kandangku sayang. Iya nih. Sibuk syuting saya. Sibuk pemotretan sana-sini juga, nih saya aja barusan syuting iklan aqua galon, saya yang jadi galonnya. Hehehe. Nggak kok, saya cuman kebanyakan gemukin badan di kamar, kembali mencoba menjadi manusia normal sepertinya.

Wah, memang sebenernya sibuk apa sih lu, Pok?

Apa ya? Ya itu tadi, cuman di kosan doang. Pacaran, kuliah juga jarang. Sehari-hari saya hanya disibukan oleh hal-hal maha (nggak) penting seperti naskah-naskah separuh jalan mentok, pacaran, ngabisini buku-buku yang belum sempat dibaca, pacaran, update status di FB, pacaran dan bacain status beberapa orang keren di twitter mereka masing-masing.

Jadi kok nggak pernah update lagi sih??

Itu dia juga saya nggak tau. Dibilang males, nggak juga. Dibilang nggak tahu mau nulis apa, ya nggak juga.
Aduh, saya jadi bingung. Yang pasti, saya nggak akan hiatus lagi deh. Nggak enak juga rasanya udah meninggalkan kamu, Ndang. Kamu tempat dimana seorang Popok lahir. Duh, saya merasa seperti seorang pengkhianat, Ndang. Maafkan aku, ya blogku sayang.

Pacaran? Udah laku lu, Nyet?

Udah dong. Sialan kamu!

Oke-oke, gue maafin deh lu, Bocah. Jadi sekarang lu mau ngapain nih?

Ngapain ya? Saya juga bingung. Ngapain ya enaknya, Ndang?

Ya udah, segini aja deh buat hari ini. Tapi lu kudu janji jangan kabur lagi!

Oke oke, Ndang. Mulai hari ini, saya bertekad buat nggak bakalan menelantarkanmu lagi. Kalo saya menelantarkanmu lagi, saya rela deh biar disumpahin jadi tambah ganteng juga.

Duh, lu kok jadi nggak lucu lagi sih, Pok? Gariiiiing ah gariiiing..

Iya ya, Ndang? Aduh, ya gimana ya? namanya juga baru pulang ‘liburan’. Masih sedikit nervous malah. Hehehe. Sampe tahap ini aja, saya masih bingung harus nulis apaan.

Sip sip... dadah...
Dadah?
Nggak ah, Ndang. Saya mau sayap aja..

Jiah… Dasar, garing lu, Pok!
Sigh!

Kamis, 04 Desember 2008

Finally..

Sempak Papa lalu dilempar-lempar kayak bola basket. Tapi setelah bosan maen basket, sempak papa malah dijadiin bahan rebutan oleh monyet-monyet itu, hingga salah satu monyet yang badannya paling kekar dengan sotoynya menjadikan Sempak Papa itu sebagai penutup kepala menyerupai topi khas suku penghuni pedalaman hutan Amazon.

“Itu kan…” kata ibu.

“Itu kan…” kata papa.

Hening.

“Iya, itu memang sempaknya papa,” kataku takjub.









THE POPOKMAN – BOCAH KAMPUNG LUNTANG-LANTUNG adalah kumpulan pengalaman seru seorang bocah kampung bernama Wandy alias si Popok. Ada tiga belas cerita lucu, seru dan mengharukan. Mulai dari masa kecilnya bersama monyet liar di hutan, bermain Spica bersama penduduk kampung di Sumatera Utara, sampai kepolosannya saat diganggu cowok homo. semuantya ditulis dengan gaya jenaka dan bikin kamu tertawa karena kepolosan bocah kampung ini.


-------------------------------------------------------------------------------------------------


hehehe.. finally ya? akhirnya cita-cita mesumku tersalurkan juga. cita-cita untuk merusak generasi muda dengan membuat buku sesat yang berkedok buku bergenre PeLit (Personal Literature) ini.

sedikit aneh juga rasanya pada saat menerima nomor lepas yang dikirim penerbit buat saya. aneh banget malah. mungkin memang bakalan ada jenis perasaan kayak gitu kalo kamu terpaksa harus menerima kenyataan bahwa ada sebuah judul buku yang covernya bergambar karikatur kamu sendiri yang lagi gaya tarzan sambil gendongin monyet bego.

overall, saya pengen ngucapin terima kasih buat mereka yang udah membantu dalam proses pembuatan buku penuh sesat ini. makasi banget. dan jangan lupa beli bukunya ya? kalo ada kritik, tolong disampein. kesini bole, ke email juga bole. hehe.

ya udah deh,gak pengen banyak2 promosi lagi. saya permisi teman-teman.




i'm out*